Tampilkan postingan dengan label Artikel Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Jauhkan TV dari Anak Usia di Bawah 2 Tahun

Belakangan sejumlah penelitian menunjukkan ada hubungan antara menonton televisi terlalu lama dan penurunan prestasi belajar anak. Baru-baru ini, para ahli dari The American Academy of Pediatrics (AAP) mengimbau para orangtua yang mempunyai anak usia di bawah dua tahun agar menghindari televisi.

Peneliti berkesimpulan, paparan media televisi dapat memberikan efek negatif bagi proses perkembangan otak anak di awal-awal usia pertumbuhannya. Menghindari layar TV dinilai sebagai cara terbaik untuk membantu anak-anak belajar dan berinteraksi.

Kamis, 20 Oktober 2011

Menyelamatkan Generasi dari Bahaya Video Porno


Menyelamatkan Generasi dari Bahaya Video Porno

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT ialah sebagai objek dari berbagai taklif (objek hukum). Sehingga jelas dalam menjalani kehidupan ini maka manusia baik pria maupun wanita tidak bisa terlepas dari hukum-hukum Allah, termasuk dalam interaksi pergaulan pria dan wanita juga tidak terlepas dari hukum-hukum Allah oleh karena itu interaksi pergaulan antara pria dan wanita pun haruslah sesuai dengan hukum-hukum Allah (syariat-Nya).
Namun ironisnya sudah menjadi style artis masa kini bahkan remaja atau mahasiswa, ketika bergaul mereka memisahkan ajaran agama dari aktivitasnya (baca: sekulerisme) yang tercermin dalam pergaulan yang liberal. Akibatnya, dari yang awalnya hanya “PDKT” lama kelamaan akan menjalar saling kenal, pacaran, hingga perzinaan, sampai free sex sebagai the end of this story. Bahkan pelecehan seksual bisa terjadi.

Bahaya Pornografi


altKaum muslimin rahimakumullah,
Hal yang lebih mendasar dari tercuatnya kasus video porno yang melibatkan selebritis Ariel, Luna, dan Cut Tari adalah pertanyaan apa sebenarnya bahaya-bahaya dari pornografi dan pornoaksi, siapapun pelakunya, dan bagaimana cara mencegah dan menanggulanginya? 
Kaum muslimin rahimakumullah,
Pornografi dalam segala bentuknya marak di internet. Sebagai contoh, kalau kita ketik kata kunci “porn” dalam mesin pencari Google (27/6/2010), maka dalam tempo 0,11 detik akan muncul 316 juta artikel yang mengandung kata porn tersebut.

Efek Buruk Kecanduan Pornografi


Di dunia kesehatan, menonton film atau gambar porno dikenal dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan seksual yang telah menurun. Tapi jangan berlebihan apalagi sampai kecanduan. Pria yang kecanduan, dalam jangka panjang, rentan mendapat masalah seksual.

Studi menunjukkan pria yang memanjakan diri dengan rangsangan visual seperti pornografi, rentan terkena gangguan yang disebut Sexual Attention Deficit Disorder (SADD). Dalam jangka panjang, penderitanya akan sulit memiliki hubungan seksual yang sehat dengan pasangannya. Sebab, stimulus seks hanya dapat dipicu melalui gambar visual atau grafis, bukan wanita sebenarnya.

Dampak Negatif Positif Internet



Dampak Negatif Positif Internet

Pergaulan Bebas 

Berdasarkan survei terhadap korban online dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi, hanya sebagian kecil anak-anak mencari pornografi di tujuan, dan sebagian besar jawaban yang benar dengan cepat meninggalkan situs tersebut, meskipun beberapa laporan insiden tersebut kepada orang tua (Wolak et al., 2006). Paparan terhadap konten seksual eksplisit online dapat terjadi dengan sangat mudah melalui pencarian Google salah arah menggunakan kata tidak bersalah seperti “mainan,” kata salah eja atau URL, website menyesatkan atau email, atau link atau foto dikirim oleh rekan atau melalui spam ( Wolak et al, 2007).

Apa yang harus orangtua lakukan ketika mereka menemukan bahwa remaja atau praremaja telah melihat situs pornografi online? Dan apa artinya?

Tips Mencegah Anak Dari Video Porno


Tips Mencegah Anak Dari Video Porno


Bahaya PornografiPeredaran video porno sangat berbahaya buat kesehatan akhlak masyarakat. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sudah 33 anak diperkosa gara-gara video Ariel.Video porno tersebut telah menimbulkan kejahatan perkosaan terhadap anak-anak usia 12-14 th  oleh para pelaku yang berusia sekitar 16-18 th. fenomena tersebut merupakan salah satu penyakit Remaja dan Pornografi Internet.
Bagi orang tua, hal yang dikhawatirkan bagi anak-anaknya saat mengakses internet adalah untuk mengakses hal-hal yang tidak benar, seperti video atau gambar-gambar jorok. Apalagi belakangan ini sedang ramai dibicarakan tentang video  mirip artis terkenal tersebut. Orang tua sebainya aktif membentengi anaknya dari hal-hal yang tidak baik sejak dini.

Bahaya Laten Menonton Video Porni


Bahaya Laten Menonton Film PornoFilm porno mungkin bukan sebuah kalimat yang tidak asing lagi ditelinga kita. Film porno juga sama-sama kita pahami sebagai salah satu faktor yang sangat berbahaya bagi individu seseorang. Tanpa disadari seseorang yang menonton film porno telah membuat individu tersebut masuk kedalam JURANG MERAH. Ada sebuah fakta mengejutkan yang bisa kita renungkan bersama-sama tentang bahaya laten menonton film pornoini, berikut tragedi memilukan tentang bahaya film porno ini  :

1.Bocah Dibawah Umur Perkosa Temannya Usai Nonton Film Porno
Lantaran sering nonton Film porno, SJ, warga Seganteng Karang Bangket, kelurahan Cakranegara, Mataram, nekat memperkosa temannya sendiri. Pelaku yang merupakan bocah berusia 12 tahun ini melakukan aksi bejatnya itu terhadap korbannya, sebut saja namanya Melati (14) warga Bertais, Sandubaya, Mataram. Peristiwa dugaan pemerkosaan itu terjadi disebuah rumah kosong kawasan perumahan BTN Lendang Lekong, Kecamatan Sandubaya Mataram, sabtu (19/6) lalu, sekitar pukul 16.00 wita.  
Menurut Ramhawati, pelaku nekat melampiaskan nafsu bejatnya setelah menonton Film porno dikawasan pasar Cakranegara bersama teman-temannya. Menurut pengakuan pelaku dijelaskan Rahmawati, saat nonton Film itulah pelaku mengingat korban dan mengajaknya ke TKP untuk selanjutnya diperkosa oleh pelaku. 
( Sumber : http://www.globalfmlombok.com )

Bahaya kecanduan video bokep pada pria


Bahaya kecanduan video bokep pada pria,  sebagian besar pria kebanyakan menganggap bahwa kebiasaan menonton film porno adalah hal yang wajar. Tidak sedikit juga pria yang menganggap dengan menyaksikan film bokep akan makin menambah referensi model dan gaya bercinta. Benarkah?  Eits..!, tunggu dulu. Kalau menurut sebuah survei, pria yang kecanduan menonton adegan film porno bahkan ternyata dapat menimbulkan dampak negatif, khususnya kepada pasangan wanitanya. Informasi ini dikutip dari Timesofindia.
Efek yang muncul, antara lain, sebagian pria bisa memonopoli hubungan seksual. Pria bisa menganggap pasangannya pasti siap memenuhi semua keinginannya bercinta, seperti yang sering dia tonton dalam film porno. Pria yang sudah kecanduan menonton film erotis atau mengakses situs porno bisa menjadi kesal dan marah meledak-ledak ketika pasangan menolak untuk berperilaku layaknya bintang porno favoritnya.  nah lo...

Akibat Buruk Sering Manstrubasi (Onani)


Bagi cowok yang mendekati masa dewasa, melakukan onani adalah hal yang wajar,  karena biasanya efek dari matangnya hormon seks. Namun kalau berlebihan, ada efek yang fatal sekali bisa menjadi risiko. Yang namanya berlebihan pasti tidak akan baik. Termasuk pada kebiasaan melakukan onani/masturbasi. Apa saja akibat paling buruk dari onani? simak saja terus artikel ini, namun kalau mau bilangakibat paling extrem dari onani, mungkin adalah mati gara-gara onani/masturbasi.
Perlu diketahui bahwa ada pria yang kecanduan onani sampai jadi gelisah jika sehari saja tidak melakukannya. Tidak ada batasan yang pasti tentang seberapa sering pria boleh masturbasi. Meski dipengaruhi banyak faktor termasuk usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu baik melalui masturbasi maupun hubungan seks yang sesungguhnya.

Rabu, 12 Oktober 2011

Fakta dibalik Hubungan Sex Pra Nikah


herpes
Kenapa orang mau melakukan hubungan layaknya suami istri diluar nikah terutama remaja baik itu kalangan siswi SMA, Mahasiswa dll? Tentu jawabanya akan sangat beragam dan sangat banyak, dari pengamatan disekitar yang terjadi banyak sekali faktor yang mempengaruhi atau hal tersebut terjadi mulai dari segi Lingkungan, Pergaulan, Ekonomi, Kurangnya Perhatian Orang Tua, buruknya pengawasan, Pacaran yang diluar batas dll. Inilah yang menjadi catatan tersendiri yang perlu kita ketahui dan juga kita waspadai terutama bagi Orang Tua yang memiliki anak Perempuan ada beberapa faktor mendasar yang mengakibatkan fenomena ini menggejala. Misalnya, akibat pergeseran nilai atau moral dikalangan generasi muda termaksud efek globalisasi yang mengakibatkan tataan agama dilupakan dan mulai mengikuti gaya hidup bebas. ” Remja putri atau mahasiswa tak lagi memperhitingkan akibatnya tapi bagaimana mencari pemuas diri itu yang diutamakan” Huuffhh, Sangat menarik juga untuk terus diperhatikan. Dari hasil pengamatan sederhana yang nampak jelas banyak faktor yang mempengaruhinya diantara hal tersebut adalah: